Menanam Jiwa Kepemimpinan, Menguatkan Pengawasan Demokrasi Bersama Peserta LDK DKC Kota Banjar
|
BANJAR, 24 Agustus 2026 — Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Banjar Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kampus STISIP Bina Putera Kota Banjar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, membangun karakter, serta menumbuhkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan demokrasi di lingkungan sekitarnya.
Dalam pemaparannya, Wahidan mengajak peserta LDK untuk tidak memaknai kepemimpinan hanya sebatas kemampuan memimpin sebuah organisasi, tetapi juga sebagai kemampuan untuk mengambil sikap, bertanggung jawab, menjadi teladan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengarahkan, tetapi juga harus mampu mendengar, memahami persoalan, mengambil keputusan dengan tanggung jawab, dan memberikan contoh yang baik bagi lingkungannya,” ujar Wahidan.
Selain membahas kepemimpinan, Wahidan turut mengenalkan Saka Adyasta Pemilu sebagai salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia kepemiluan dan pengawasan partisipatif. Melalui Saka Adyasta Pemilu, generasi muda diharapkan memiliki ruang untuk belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta mengambil bagian dalam menjaga proses demokrasi secara aktif dan berintegritas.
Menurut Wahidan, keterlibatan anak muda dalam pengawasan pemilu menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Generasi muda tidak cukup hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga proses demokrasi dari berbagai praktik yang dapat mencederainya.
“Generasi muda bukan hanya pemilih masa depan, tetapi juga bagian dari kekuatan demokrasi hari ini. Karena itu, ruang untuk belajar, berpartisipasi, dan mengawasi harus terus dibuka agar mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan berintegritas,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan semata-mata tugas Bawaslu. Masyarakat memiliki peran penting untuk ikut mengawasi, melaporkan dugaan pelanggaran, serta membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan masing-masing.
Kehadiran Bawaslu Kota Banjar dalam kegiatan LDK DKC Kota Banjar menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi kepemiluan sekaligus mendorong tumbuhnya pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menjaga demokrasi.
Yosef Nsym