Tingkatkan Literasi, Bawaslu Kota Banjar Akan Bentuk Pojok Pengawasan di Perpusda
|
BANJAR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar berencana membentuk Pojok Pengawasan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Banjar. Kehadiran pojok pengawasan ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan informasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai kepemiluan dan pengawasan partisipatif.
Pojok Pengawasan nantinya akan menyediakan berbagai bahan bacaan dan informasi terkait kepemiluan, pengawasan pemilu, demokrasi, serta peran masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Wahidan, anggota Bawaslu Kota Banjar mengatakan, kolaborasi dengan Perpusda menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kesadaran demokrasi dan partisipasi masyarakat.
“Pojok Pengawasan ini kami harapkan menjadi ruang bagi rakyat untuk mendapatkan informasi tentang pemilu sekaligus meningkatkan literasi demokrasi bagi rakyat Banjar,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pojok Pengawasan juga menjadi langkah strategis untuk mendekatkan isu-isu kepemiluan kepada generasi muda. Dengan pendekatan literasi, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawasi proses demokrasi.
Dalam waktu dekat Bawaslu Kota Banjar akan melakukan MoU dengan pihak Perpusda terkait konsep, materi, serta mekanisme pengelolaan Pojok Pengawasan tersebut.
“Semoga Pojok Pengawasan ini nantinya menjadi ruang yang hidup, kami akan menitipkan buku-buku bacaan tentang pemilu dan demokrasi prodak Bawaslu. Dengan harapan bisa menambah khasanah literatur bagi rakyat untuk memahami hakikat pemilu dan demokrasi,” jelas tokoh muda alumni PMII tersebut.
Melalui Pojok Pengawasan, Bawaslu Kota Banjar berharap budaya pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Pengawasan pemilu tidak berhenti pada momentum tahapan pemilu, tetapi menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. "Semoga di masa nontahapan ini bisa kita maksimalkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi." Tutupnya
Yosef Nsym