Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kesiapan Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Kota Banjar Terima Supervisi dan Monitoring Bawaslu RI

Pimpinan Bawaslu RI, Totok Hariyono dan Lolly Suhenty, didampingi Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Fereddy dan Muamarullah saat melaksanakan monitoring dan supervisi di kantor Bawaslu Kota Banjar

Pimpinan Bawaslu RI, Totok Hariyono dan Lolly Suhenty, didampingi Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Fereddy dan Muamarullah saat melaksanakan monitoring dan supervisi di kantor Bawaslu Kota Banjar

BANJAR, 3 September 2026 — Bawaslu Kota Banjar menerima kunjungan supervisi dan monitoring dari Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Totok Hariyono dan Lolly Suhenty, yang didampingi Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Fereddy dan Muamarullah, di Kantor Bawaslu Kota Banjar, Kamis (3/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyamakan perspektif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan, khususnya pada masa non-tahapan Pemilu. Supervisi dan monitoring diarahkan pada penguatan tata kelola kelembagaan, pelaksanaan fungsi pencegahan, serta kesiapan jajaran pengawas dalam menghadapi dinamika demokrasi di luar tahapan Pemilu.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Bawaslu Kota Banjar mendapatkan penguatan mengenai pentingnya menjaga peran kelembagaan secara berkelanjutan. Bawaslu tidak hanya hadir ketika tahapan Pemilu berlangsung, tetapi tetap memiliki tanggung jawab dalam merawat nilai-nilai demokrasi, membangun kesadaran masyarakat, serta memastikan fungsi pencegahan dan pengawasan terus berjalan.

Hal tersebut sejalan dengan arahan yang disampaikan dalam kunjungan kerja tersebut bahwa jajaran pengawas perlu memandang tugasnya bukan semata-mata sebagai pekerjaan teknis elektoral, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga nilai dan kualitas demokrasi secara berkelanjutan.

Momentum supervisi dan monitoring juga menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kapasitas jajaran. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam memastikan setiap jajaran mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pengawasan yang berkembang.

Bagi Bawaslu Kota Banjar, penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pada masa non-tahapan menjadi bahan untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat koordinasi internal, serta menyiapkan strategi pengawasan yang semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selain penguatan internal, konsolidasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kerja kelembagaan yang solid. Koordinasi antara Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Jawa Barat, dan Bawaslu Kota Banjar diharapkan dapat memperkuat kesamaan arah dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pencegahan.

Di sisi lain Anngota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Muamarullah menyampaikan bahwa, penguatan kehumasan dan komunikasi publik menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan kerja-kerja Bawaslu agar semakin dekat dan mudah dipahami masyarakat. Setiap aktivitas pencegahan dan pengawasan perlu dikomunikasikan secara informatif sehingga masyarakat dapat mengetahui sekaligus turut berpartisipasi dalam menjaga demokrasi.

Bawaslu RI sendiri menekankan bahwa fungsi kehumasan merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, bukan hanya unit yang secara khusus menangani publikasi dan pemberitaan.

Melalui supervisi dan monitoring ini, Bawaslu Kota Banjar terus memperkuat komitmen untuk menjaga kualitas kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan strategi pengawasan yang adaptif dan profesional.

Yosef Nsym

Tag
bawaslu kota banjar