Bawaslu Kota Banjar Gelar Diskusi Tatap Muka P2P, Dorong Kader Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat
|
BANJAR, 16 JULI 2026 – Bawaslu Kota Banjar menggelar Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi & Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Pendopo Desa Langensari, Kamis (16/7/2026), dan dihadiri oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pihak Kecamatan Langensari, serta Pemerintah Desa Langensari.
Kegiatan dibuka langsung oleh Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Hj. Nuryamah, S.E.I., M.H.
Dalam arahannya, Hj. Nuryamah menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus benar-benar berfungsi dan bergerak di tengah masyarakat. Kader P2P diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan partisipatif serta mengawal hak pilih masyarakat.
Hj. Nuryamah juga menyampaikan bahwa P2P dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan bagian dari program nasional yang menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional Bappenas. Sejalan dengan hal tersebut, kedua program tersebut menjadi bagian dari prioritas kerja kelembagaan Bawaslu yang perlu terus diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kader P2P didorong untuk aktif memberikan informasi dan laporan secara berkala kepada Bawaslu Kota Banjar terkait berbagai perubahan data pemilih. Informasi tersebut meliputi warga yang meninggal dunia, pindah domisili, datang dari daerah lain, maupun perubahan status menjadi anggota TNI/Polri.
Keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi tersebut penting untuk mendukung akurasi data pemilih sekaligus memastikan hak pilih warga negara tetap terlindungi. Melalui pengawasan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu.
Kehadiran unsur Kesbangpol, Disdukcapil, Kecamatan Langensari, dan Pemerintah Desa Langensari turut memperkuat pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pengawasan partisipatif dan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memastikan informasi kepemiluan dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti secara lebih efektif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Banjar terus memperkuat peran kader P2P agar mampu berfungsi dan bergerak secara nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi antara Bawaslu, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengawasan partisipatif serta mendukung terwujudnya Pemilu 2029 yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.
Yosef Nsym