Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Hak Pilih, Bawaslu Kota Banjar Sisir RT/RW di Purwaharja Lakukan Uji Petik Data Pemilih

Staf Bawaslu Kota Banjar verifikasi langsung data pemilih untuk menyinkronkan data administratif dengan kondisi riil di lapangan

Staf Bawaslu Kota Banjar verifikasi langsung data pemilih untuk menyinkronkan data administratif dengan kondisi riil di lapangan

BANJAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjar memperketat pengawasan daftar pemilih dengan terjun langsung ke akar rumput. Melalui program "Patroli Kawal Hak Pilih", jajaran pengawas menyisir pemukiman warga hingga tingkat RT dan RW di Kelurahan Purwaharja, Selasa (14/4/2026).

Langkah jemput bola ini dilakukan dalam bentuk uji petik lapangan untuk memverifikasi secara faktual keakuratan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan II Tahun 2026 yang tengah disusun.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2HM) Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, menyatakan bahwa verifikasi langsung ini bertujuan untuk menyinkronkan data administratif dengan kondisi riil di lapangan.

"Kami ingin memastikan data yang ada bukan sekadar angka, tapi benar-benar valid. Hari ini kami turun ke Purwaharja untuk mengecek langsung warga yang Memenuhi Syarat (MS) namun belum terdaftar, atau sebaliknya, mencoret yang sudah Tidak Memenuhi Syarat (TMS)," kata Wahidan saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Menurut Wahidan, temuan di tingkat RT/RW seringkali menjadi kunci dalam membersihkan data pemilih. Kategori TMS yang menjadi fokus utama meliputi warga yang telah meninggal dunia, pindah domisili, atau berubah status dari sipil menjadi TNI/Polri.

"Langkah ini adalah upaya kami menjaga hak konstitusional warga. Jangan sampai ada hak pilih yang terabaikan karena masalah administrasi. Kami melakukan inventarisasi secara detail agar setiap warga yang berhak memilih terlindungi suaranya," tambahnya.

Lebih lanjut, Wahidan menegaskan bahwa akurasi daftar pemilih adalah pondasi integritas sebuah pemilu. Jika data pemilih bermasalah, maka kualitas demokrasi di tingkat lokal akan ikut terancam.

"Kami memegang prinsip bahwa setiap suara sangat berharga. Karena itu, data yang akurat adalah kunci demokrasi yang kuat. Patroli ini akan terus kami lakukan di titik-titik lain secara berkala," pungkasnya.

Kegiatan uji petik ini mendapat respon positif dari warga dan pengurus lingkungan setempat. Bawaslu berharap melalui pengawasan partisipatif ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengecek status hak pilih mereka secara mandiri.

Yosef Nsym

Tag
data pemilih
patroli kawal hak pilih
bawaslu kota banjar